Kekecewaan Mendalam Keluarga: Selama 9 Bulan Berjuang Melawan Penyakit, Tak Ada Satu Pun Perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Maupun BASNAS Tubaba Menjenguk Dimas

Tulang bawang Barat-matacakrawala.com-
Sebuah duka mendalam dirasakan oleh keluarga besar di wilayah Tiyuh Karta, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Seorang anak laki-laki bernama Dimas, siswa kelas 4 Sekolah Dasar, telah berpulang ke Rahmatullah setelah berjuang melawan penyakit selama kurang lebih sembilan bulan lamanya. Selama masa perawatan itu — baik di RS Abdul Muluk maupun saat beristirahat di rumah — satu hal yang paling dirasakan keluarganya bukanlah kurangnya bantuan materi, melainkan ketiadaan kehadiran.
Keluarga tidak meminta bantuan apa pun. Yang diharapkan sederhana saja: sedikit waktu untuk hadir, menengok, menyampaikan semangat agar Dimas kuat dan cepat sembuh. Namun harapan sederhana itu tak terpenuhi. Tidak ada satu pun perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, maupun BASNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat yang datang menjenguk. Padahal Dimas adalah anak warga di wilayah yang dilayani oleh ketiga instansi tersebut.
“Sembilan bulan kami berjuang, anak kami berjuang. Tidak ada yang datang. Kami tidak mengharapkan uang atau bantuan apa pun. Cukup hadir, berikan semangat untuk kesembuhannya. Itu saja. Tapi ternyata itu pun belum cukup untuk didengar,” ungkap Aripin, selaku Datuk (paman/keponakan orang tua) almarhum Dimas, dengan nada bergetar penuh keprihatinan pada malam kepergian cucu kesayangan keluarga ini.
Dimas akhirnya berpulang ke pangkuan Allah SWT. Sebagai wujud cinta dan doa tulus dari keluarga, mereka memohon: “Semoga engkau ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya, surga untukmu Dimas. Amiin ya Rabbal ‘Alamin.”
Pertanyaan yang kini muncul di tengah masyarakat adalah: sejauh mana jangkauan kepedulian instansi publik kita? Apakah kehadiran untuk sekadar menyapa warga yang sedang berjuang dan berduka sudah menjadi hal yang terlalu sulit dilakukan? Semoga kepergian Dimas menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik aturan dan tugas pokok, masih ada nilai kemanusiaan yang tidak boleh dilupakan.
Selamat jalan Dimas, Nak. Engkau sudah berjuang sekuat tenagamu. Tenanglah di sana amiin ya Robal alamiin ucapnya.(Red)



